Kamis, 12 Maret 2015

Rd. KH. Ahmad Masyhud ( Pendiri Pondok Pesantren Wanasari / Al- Istiqomah Wanasari Cijerah 145 Bandung )



Profil Pendiri 
Nama : Rd. KH. Ahmad Masyhud bin Rd. KH Muhammad Aceng Qolyubi
Lahir   : 22 April 1917 - 25 APRIL 1985
Pendidikan : 
Umum : 
Vervolgschool 5 tahun, ijasah tahun 1928
Agama :
a. Sekolah agama di Madrasah " Jam'iyyatul Khoer " Soreang , dari tahun 1931 - 1932 = 2 tahun
b. Pengalaman mesantren :
1. Pesantren Citaliktik Soreang Kab. Bandung, Kiai Moh. Badri, 1929 -1931.
2. Pesantren Cigondewah Bandung, Kiai Adro'i, dari tahun 1932 - 1933.
3. Pesantren Sirnamiskin Babakan Ciparay Bandung, KH. Ahmad Dimyati, dari tahun 1933 - 1936.
4. Pesantren Sukaraja Garut, Kiai Moh. Dabigi, dari tahun 1936 -1937.
5. Pesantren Cikuya Cicalengka Bandung, KH. Moh. Toha Sadiki, dari tahun 1937 - 1939.
6. Pesantren Sindang Sari Cijerah Bandung, KH. Moh. Syafi'i, dari tahun 1939 - 1942. 
7. Pesantren Gentur Cianjur, KH. Ahmad Satibi + H. Muhammad Abdul Qodir, dari tahun 1942 -1943.
8. Pesantren Cibaduyut Bandung, KH. Moh. Zarkasih, tahun 1943.
Pengalaman sekolah agama dan pesantren dari tahun 1929 - 1942 selama kurang lebih 15 tahun.
Mulai mendirikan Pesantren "Wanasari" dari mulai tahun 1943 s/d Sekarang .
Mengaji bulanan dan mingguan : 
1. Di Rd. KH. Moh. Kurdi + Rd H. Ahmad Zaini Dahlan Pesantren Cibabat Bandung.
2. Di KH. Moh. Syafi'i Pesantren Sindang Sari Bandung.
3. Di KH. Moh. Zarkasih Pesantren Cibaduyut Bandung.
4. Di K.Tb Moh. Bakri Pesantren Sempur Plered Purwakarta

Brosur Pendaftaran


 • VISI Pondok Pesantren Al-Istiqomah Wanasari dengan menggunakan sistem salafiyah dan berpedoman thoriqoh at-ta’lim wa at-tallum mempersiapkan generasi islam yang tangguh dan berkualitas dalam ilmu pengetahuan serta berwawasan kekinian dengan senantiasa memperhatikan norma-norma adabiyah dalam mengaplikasikannya.

 • MISI Mengembangkan pesantren sebagai pelayanan kepada masyarakat dengan metode belajar mengajar serta pembekalan penanaman moral dan etika guna melestarikan ajaran ahlu as-sunnah wa al-jama’ah. Meningkatkan kualitas santri dengan penekanan ilmiyah yang amaliyah dan amaliyah yang ilmiyah agar menjadi generasi islam yang bertaqwa, berakhlaq mulia, kreatif, produktif dan responsif.

• FASILITAS
 Masjid Jami’
 Aula/ Majelis ta’lim
 Gedung Asrama Putra Putri
 Lapangan Olahraga

• KEGIATAN
 Madrasah Diniyah.
 Pengajian Al Qur’an.
 Tartilil Qur’an
 Pengajian Kitab Kuning.
 Ziaroh Maqbaroh.
 Pembacaan Surat Yasin dan Tahlil.
 Barzanji dan Sholawat.
 Muhafadzoh.
 Training Khitobah dan Seni Hadroh/Qosidah rebana.
 Kerja Bakti Minggu Pagi.

• MATERI PELAJARAN
 Murottilil Qur’an
 Tajwid
 Hafalan Juz 30 dan Surat – surat penting (Al- Baqarah 1-5, Ayat Kursi, Al- Mulk, Al- Waqi’ah, Ad- Dukhon, Yasin, As- Sajdah, Al- Kahfi)
 Jurumiyyah (Nahwu)
 Amtsilatut Tashrifiyah (Shorf)
 Safinatun Naja (Fiqh)
 I’rab (Nahwu)
 Ta’limul Muta’allim (Akhlaq)
 Sulamut Taufiq (Fiqh)
 Uqudullujain (Fiqh Nikah)
 Alfiyah Ibn Malik (Nahwu)
 Mandzumah Rohabiyah (Faroid)
 Fathul Qorib (Fiqh)
 Pengajian umum bulanan (syahriyahan) Kitab Fathul Mu’in

TATA TERTIB PONDOK PESANTREN AL ISTIQOMAH WANASARI CIJERAH 145 BANDUNG 40212

A. PASAL KEWAJIBAN
1. Santri/ Siswa baru segera mendaftarkan diri di kantor dengan mengisi formulir pendaftaran.
2. Silaturrahmi kepada pengasuh dengan diantar walinya bagi santri baru.
3. Taat kepada pengasuh, pengurus dan peraturan pondok, madrasah dan asrama masing-masing.
4. Semua Santri wajib Menetap di lingkungan pondok.
5. Melunasi iuran yang telah ditentukan, selambat-lambatnya 40 hari setelah menetap di pondok.
6. Mengikuti kegiatan pondok dan madrasah yang telah ditetapkan.
7. Mengikuti pengajian kitab kuning dan pengajian alqur’an.
8. Berpakaian sopan dan rapih ala pesantren didalam maupun diluar pondok.
9. Menjaga keamanan, ketertiban dan kebersihan pondok.
10. Segera melapor ke pengurus apabila mengetahui kejadian yang tidak diiinginkan.
11. Izin kepada pengurus apabila pulang, keluar dari batas pondok, meninggalkan pengajian madrasah, pengajian Alqur’an sesuai dengan ketentuan.
12. Memohon izin dewan pengasuh dengan disertai walinya bagi santri yang mengakhiri belajar.

B. PASAL LARANGAN
1. Melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma-norma agama.
2. Menjalin hubungan dengan lawan jenis yang bukan mahromnya secara langsung maupun tidak langsung.
3. Mengambil atau menggunakan barang orang lain tanpa izin (ghosob).
4. Memiliki, menyimpan dan membawa semisal senjata tajam.
5. Memiliki, membawa, menggunakan alat komunikasi semisal handphone diluar waktu dan tempat yang telah ditentukan.
6. Memiliki, menyimpan, mengedarkan atau mengkonsumsi segala jenis obat terlarang.
7. Membaca, menyimpan bacaan atau gambar yang tidak layak bagi santri.
8. Memasang, menyambung, mengambil, merubah aliran listrik secara tidak resmi dari pondok.
9. Bermain segala bentuk permainan semisal kartu, catur dll.
10. Melompat pintu gerbang, pagar dan mencorat-coret fasilitas pondok dan madrasah.
11. Membuat gaduh terutama terutama dalam waktu pengajian, jama’ah dan qoilulah.
12. Keluar dari lingkungan pondok setelah isya’.
13. Nongkrong di tepi jalan, depan toko/ warung, warnet dan rumah penduduk.
14. Merokok pada waktu pengajian madrasah, talaran, mengaji, sholawatan serta dalam area yang sudah ditentukan (masjid, Aula/majlis dan kantor).
15. Berambut panjang, bertato dan atau berpenampilan yang tidak sesuai dengan kepribadian pondok.
16. Menempati gedung fasilitas belajar salain pada waktunya.
17. Belajar (muthola’ah) atau menghafal diluar lingkungan pondok.

• PERSYARATAN PENERIMAAN SANTRI BARU
1. Mengisi formulir pendaftaran.
2. Menyerahkan foto hitam putih 3x4 sebanyak 4 lembar.
3. Membayar uang pendaftaran dan administrasi yang telah ditetapkan.
4. Mentaati tata tertib Pondok Pesantren Al-Istiqomah Wanasari.

• INFORMASI DAN TEMPAT PENDAFTARAN Kantor Ponpes Al-Istiqomah Wanasari Cijerah 145 Bandung 40212 Tlp : 081395200295 / 081224957573

• BIAYA PENDIDIKAN
1. Pendaftaran pondok Rp. 20.000,-
 2. Kartu Tanda Santri Rp. 10.000,-
3. I’anah/Infaq pondok (Sekali Masuk) Rp. 500.000,-
4. Listrik (1 Tahun ) Rp. 500.000,-
5. Infaq Sarana Gedung (Sekali Masuk) Rp. 600.000,-
6. Seragam Madrasah Rp. 150.000,-

_____________________________________________________
 Jumlah Rp.1.810.000,-

 NB : Setelah memasuki tahun pelajaran berikutnya santri hanya dikenakan biaya daftar ulang dan iuran bulanan.
 LAIN-LAIN :
 1. Madrasah menggunakan materi pembelajaran dari kitab-kitab Mu’tabaroh ‘Ala Thoriqoh Ahli As-sunnah wa al-jama’ah.
2. Hal-hal yang belum jelas dapat ditanyakan dikantor Ponpes Al-istiqomah wanasari Cijerah.

Jumat, 16 Mei 2014

Rapat Pleno Panitia Haflah Akhirissanah santri/ah PP. Al-Istiqomah Wanasari Cijerah Bandung, bertempat di Majlis Ta'lim.






Sabtu, 19 April 2014

Oleh Habib Quresh Baharun
ABAH SANGAT MENYAYANGIMU...
Kisah Nyata
Seorang pemuda duduk di hadapan laptopnya. Login facebook.Pertama kali yang dia cek adalah inbox.
Hari ini terlihat sesuatu yang tidak dia perdulikan selama ini. Bagian ‘OTHER’ di inboxnya. Ada dua pesan. Pesan pertama, spam. Pesan kedua, dia membukanya. Ternyata pesan 3 bulan yang lalu.
Dia baca isinya:
“Salam. Ini kali pertama abah mencoba menggunakan facebook.Abah coba tambah kamu sebagai teman tapi tidak bisa. Abah juga tidak terlalu paham benda ini.
Abah coba kirim pesan ini kepada kamu. Maaf, abah tidak pandai mengetik. Ini pun kawan abah yang mengajarkan.
Ingatkah saat pertama kali kamu punya HP? Saat itu kamu kelas 4 MI. Abah kasian semua anak-anak sekarang punya HP. Jadi, abah hadiahkan pada kamu satu. Denganharapan kamu akan telpon abah kalau kamu mau cerita tentang masalah asrama, sekolah atau apa-apa saja. Tapi, kamu hanya telpon abah seminggu sekali. Tanya tentang uang makan dan jajan. Abah berpikir juga, isi ulang pulsa 100 ribu tapi telpon abah tidak sampai 5 menit. Sudah habiskah pulsanya?
Saat kamu kecil dulu, abah masih ingat pertama kali kamu bisa ngomong. Kamu asyik panggil, ‘Abah, abah, abah’. Abah bahagia sekali anak lelaki abah panggil abah. Panggil Umi.
Abah senang bisa berbicara dengankamu walaupun kamu mungkin tidak ingat dan tidak paham apa yang abah ucapkan di umur kamu 4 atau 5 tahun.
Tapi, percayalah. Abah dan Umi bicara dengankamu banyak sekali. Kamulah penghiburkami di saat kami
berduka.Walaupun hanya dengan gelak tawamu.
Saat kamu masuk MI. Abah ingat kamu selalu bercerita denganabah ketika memboncengmotor denganabah setiap pergidan pulangsekolah. Banyak yang kamu ceritakan pada abah. Tentang ibu guru, sekolah, teman-teman. Abah jadi makin bersemangat bekerja keras mencari uang untuk biaya kamu ke sekolah. Sebab kamu lucu sekali. Menyenangkan. Ayah mana yang tidak gembira kalau anaknya suka ke sekolah untuk belajar.
Ketika kamu masuk MTs. Kamu mulai punya kawan-kawan baru. Kamu pulangdari sekolah, kamu langsung masuk kamar. Kamu keluar pas waktu makan saja. Kamu keluar rumah dengankawan-kawanmu. Kamu mulai jarang bercerita dengan abah.
Kamu pandai. Akhirnya masuk asrama di Aliyah. Di asrama, jarak antara kita makin jauh. Kamu mencari kami saat perlu.Kamu biarkan kami saat tidak perlu.
Abah tahu, naluri remaja. Abah pun pernah muda. Akhirnya, abah tahu kalau ternyata kamu menyukai seoranggadis.
Ketika masuk kuliah, sikap kamu sama saja dengan ketika di Aliyah. Jarang hubungikami. Sewaktu pulang liburan, kamu sibuk dengan HP kamu, dengan laptop kamu, dengan internet kamu, dengan dunia kamu.
Abah bertanya-tanya sendiri dalam hati. Adakah kawan istimewa itu lebih penting dari Abah dan Umi? Adakah Abah dan Umi cuma diperlukan saat kamu mau nikah saja sebagai pemberi restu? Adakah kami ibarat tabungan kamu saja?
Akhirnya, kamu jarang berbicara denganabah lagi. Kalau punbicara, dengan jari-jemari. Berjumpa tapi tak berkata-kata. Berbicara tapi seperti tak bersuara. Bertegurcuma waktu hari raya. Tanya sepatah kata, dijawab sepatah kata. Ditegur, kamu buang muka. Dimarahi, kamu tidak pulang liburan lagi.
Malam ini, abah sebenarnyarindu sekali pada kamu. Bukan mau marah atau mengungkit-ungkit masa lalu. Cuma abah sudah terlalu tua. Abah sudah di penghujungusia 60 an. Kekuatan abah tidak sekuat dulu lagi.
Abah tidak minta banyak… Kadang-kadang, abah cuma mau kamu berada di sisi abah. Berbicaratentang hidup kamu. Meluapkan apa saja yang terpendam dalam hati kamu. Menangis pada abah. Mengadupada abah. Bercerita pada abah seperti saat kamu keci dulu. Apapun.
Maafkanabah atas curhat abah ini. Jagalah solat. Jagalah hati. Jagalah iman. Mungkinkamu tidak punya waktu berbicara denganabah. Namun, jangan sampai kamu tidak punya waktu berbicara dengan Allah. Jangan letakkan cinta di hati pada seseorang melebihi cinta kepada Allah.
Mungkinkamu mengabaikan abah. Namun jangan kamu mengabaikan Allah.
Maafkanabah atas segalanya.”
Pemuda meneteskan air mata. Dalam hati perihtidak terkira. Bagaimana tidak, tulisan ayahandanya itu dibaca setelah 3 bulan beliau pergiuntuk selama-lamanya. Di saat tidak mungkin lagi mampu memeluk tubuh tua ayahnya.
# Hargai orang tua kita selama dia masih hidup...kadang kala kita terlalu sibuk dengan kerja. Sampaikah kita lupa akan dia yang membesarkan kita... memberi pendidikanuntuk kita bekerja.. mengajar kita berjalan untuk bekerja..
Jangan sampai anak kita nanti melupakan kita seperti kita melupakan kedua orangtua kita.

Aktifitas Pengajian PP. Al- Istiqomah Wanasari Cijerah Bandung